Banner 468 X 60

Rabu, 23 Juni 2010

Mengapa Sibuk Membantah Sesama Muslim Dan Mendiamkan Orang Kafir ?

Pertanyaan atau ucapan seperti
ini sering muncul dari berbagai
kalangan, baik dari orang-orang
awam maupun dari kalangan
yang diistilahkan dengan ”para
aktivis” atau “pegiat da’wah”.
Kalau munculnya dari orang-
orang awam maka hal itu bisa
dimaklumi, karena keawamannya
itu mereka cenderung menilai
dan bersikap berdasarkan
tingkat pengetahuannya
terhadap agama. Karena
bersumber dari orang awam,
maka pengaruh dari ucapan
tersebut tidak terlalu berarti.
Namun apabila ucapan atau
pertanyaan seperti itu diucapkan
oleh orang-orang yang disebut
“ para aktivis” atau “pegiat
da’wah” maka akan memiliki
pengaruh negatif yang cukup
berarti, antara lain:

1.Mendidik umat untuk
diam terhadap berbagai
penyimpangan dan kesesatan
yang terjadi di tengah-tengah
kaum muslimin. Tentunya
bertentangan dengan perintah
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
dalam beberapa haditsnya,
antara lain:

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ
مَظْلُومًا فَقَالَ رَجُلٌ يَا
رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إِذَا
كَانَ مَظْلُومًا، أَفَرَأَيْتَ
إِذَا كَانَ ظَالِمًا كَيْفَ
أَنْصُرُهُ قَالَ: تَحْجُزُهُ أَوْ
تَمْنَعُهُ مِنَ الظُّلْمِ ،
فَإِنَّ ذَلِكَ نَصْرُهُ.

Tolong saudaramu, baik yang
berbuat kezhaliman maupun
yang terzhalimi. Seorang
shahabat bertanya: ‘Wahai
Rasulullah, jelas aku akan
menolongnya jika ia pihak yang
terzhalimi, tapi bagaimana
menurut engkau jika ia adalah
pihak yang berbuat kezhaliman,
bagaimana mungkin aku akan
menolongnya?’ Rasulullah
menjawab: Yaitu (dengan cara)
kamu mencegah atau melarang
dia dari perbuatan zhalim. Maka
sesungguhnya itu adalah bentuk
pertolongan untuknya. ” [HR. Al-
Bukhari]
Begitu juga dengan hadits:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُودِ
اللَّهِ وَالْوَاقِعِ فِيهَا
كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا
عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ
بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا
وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا،
فَكَانَ الَّذِينَ فِى
أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ
الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ
فَوْقَهُمْ فَقَالُوا لَوْ أَنَّا
خَرَقْنَا فِى نَصِيبِنَا
خَرْقًا، وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ
فَوْقَنَا. فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ
وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا،
وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ
نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيعًا.

Permisalan antara seseorang
yang menjalanlan syari ’at Allah
dengan orang yang
melanggarnya bagaikan suatu
kaum yang mengundi penentuan
tempat pada sebuah kapal
(bahtera). Sebagian mereka
berhasil mendapatkan tempat di
bagian atas, sementara yang lain
di bagian bawah. Orang-orang
berada di bagian bawah kapal,
jika membutuhkan air minum
terpaksa harus melewati orang-
orang yang berada di atasnya.
Akhirnya mereka berkata: Kalau
seandainya kita lobangi (dinding
kapal) sedikit (untuk
mendapatkan air) sehingga kita
tidak mengganggu orang-orang
yang berada di atas kita. Jika
mereka membiarkan orang-
orang yang ada di bawah
dengan kemauannya itu niscaya
mereka semua akan binasa.
Namun apabila mereka
berupaya mencegahnya niscaya
mereka akan selamat dan
selamat pulalah seluruh (yang
ada di kapal tersebut). [Al-
Bukhari 2493, 2686]

2.Akan semakin
berkembangnya penyimpangan
dan paham sesat.
Ketika upaya pengingkaran
terhadap berbagai
penyimpangan telah diabaikan,
tentu umat yang jauh dari
bimbingan ilmu ini akan mengira
suatu kesesatan sebagai suatu
kebenaran, para pengusung
paham dan aliran yang
menyesatkan dianggapnya
sebagai penyeru kebaikan, dan
umatpun akan semakin terpecah
belah dalam berbagai kelompok.
Para penganut paham Syi‘ah
yang menyesatkan akan dengan
mudah menjerumuskan umat
kepada aqidahnya yang
menyesatkan itu. Para penganut
paham Khawa rij akan terus
dengan mudah menggiring para
pemuda khususnya untuk
memusuhi dan mengkafirkan
pemerintahnya dan orang-orang
yang tidak berada dalam satu
kelompok dengan mereka,
melakukan pengeboman,
pembunuhan, dan berbagai
tindakan sadis lainnya dengan
mengatasnamakan agamanya.
Begitu pula para pengusung
paham sesat lainnya.

3.Akan semakin
menjauhkan umat dari
pertolongan Allah ‘azza wajalla
dalam menghadapi musuh-
musuhnya.
Kita semua tahu dan yakin,
bahwa Allah tidak akan
menolong umat ini tehadap
musuh-musuhnya selama
mereka masih banyak melanggar
Allah dan Rasul-Nya. Terkhusus
jika pelanggaran tersebut dalam
permasalahan aqidah dan
manhaj, yang tersebar di tengah-
tengah umat dalam berbagai
paham dan aliran yang
menyelisihi Al-Qur ’an dan As-
Sunnah dalam koridor
bimbingan generasi as-salafush
sha lih.
Sehingga dengan itu umat akan
semakin lemah di hadapan
musuh-musuhnya dengan tidak
adanya pertolongan dari Allah
subhanahu wata ’ala.
Dalam kesempatan ini, kami
akan nukilkan untuk para
pembaca sekalian nasehat Asy-
Syaikh Al- ’Allamah DR. Shalih
bin Fauzan Al-Fauzan, salah satu
anggota Majelis Hai’ah Kibaril
‘Ulama‘ Kerajaan Saudi ‘Arabia,
dalam jawabannya terhadap
pertanyan sebagai berikut:
Pertanyaan: Kenapa harus
diterapkan tahdzir (peringatan
keras)terhadap berbagai ahlul
bid’ah sementara umat ini
sedang menghadapi permusuhan
dengan kaum Yahudi, Nashara,
dan para sekuleris.

Jawaban: Tidak mungkin bagi
kaum muslimin untuk melawan
Yahudi dan Nashara kecuali jika
mereka memberantas berbagai
bid’ah yang ada di tengah-
tengah mereka, mengobati
berbagai penyakit (kesesatan)
yang ada di antara mereka,
sehingga mereka menang atas
Yahudi dan Nashara. Namun
apabila kaum muslimin masih
saja mengabaikan urusan agama
mereka dan masih saja
melakukan berbagai bid’ah dan
perbuatan-perbuatan haram
lainnya serta terus meremehkan
untuk mengaplikasikan syari’at
Allah maka tidak akan mungkin
mereka menang atas Yahudi dan
tidak pula atas Nashara. Bahkan
mereka akan dikalahkan oleh
Yahudi dan Nashara dengan
sebab sikap meremehkan urusan
agama mereka. Karena itu wajib
adanya upaya pembersihan
masyarakat (muslimin)dari
berbagai macam bid’ah dan
kemungkaran, serta wajib
berupaya menerapkan perintah-
perintah Allah dan Rasul-Nya
sebelum kita memerangi Yahudi
dan Nashara. Kalau kita terus
memerangi Yahudi dan Nashara
dalam keadaan kondisi kita
masih seperti ini, maka kita tidak
akan menang atas mereka
selama-lamanya Bahkan
merekalah yang akan menang
atas kita disebabkan dosa-dosa
kita. [dari kitab Al-Ijabatul
Muhimmah fil Masyakil Al-
Mulimmah, hal 28; lihat http://
www.misrsalaf.com/vb/
showthread.php?t=35]

Sumber: Menebar Dusta
Membela Teroris Khawarij,
hal. 51-54.
www.merekaadalahteroris.com/mat/?p=76

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Wah ngomong so'al teroris? Teroris adalah orang2 panatik, suka menyimpan dan mengingat rasa apa yang di tentangnya, tapi itu kalau tidak salah hehe

Anonim mengatakan...

Eh ralat nih, kalau bisa sistem komentarnya di permudah ya, biar gampang orang berkomentar.

Hidup sederhana mengatakan...

terima kasih sarannya dan kunjungannya.

Posting Komentar