Syaikh Muqbil rahimahullahTanya : Apa hukum mengambilgambar para ulama dalammuktamar-muktamar danmuhadharah-muhadharahmereka?Jawab : “Gambar adalah perkarayang diharamkan, NabiShollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihiwasallam bersabda :َال ُلُخْدَت ُةَكِئَالَمْلااًتْيَب ِهْيِف ٌبْلَك َالَوٌةَرْوُص“ Para malaikat tidak akanmasuk ke dalam rumah yangterdapat anjing dan gambar didalamnya”.Dan beliau bersada :َنَعَل ُهللا َنْيِرِّوَصُمْلا“Allah melaknat parapenggambar”.Dan dalam J ami’ At-Tirmidzydari hadits
Rabu, 24 November 2010
Selasa, 23 November 2010
Fenomena TKI di Arab Saudi
Sebuah pemerintahan Islam atau
masyarakat Islam bukanlah
sebuah kumpulan orang-orang
yang tidak pernah berbuat dosa
sama sekali, sehingga kita bisa
menuduh para ulama yang
membimbing masyarakat
tersebut telah gagal atau tidak
becus dalam membina
negaranya.
Bahkan di masa kepemimpinan
Rasulullah shallallahu’alaihi wa
sallam yang masyarakatnya
adalah generasi terbaik ummat
ini, ada orang yang didera
karena minum khamar[1], ada
yang dirajam karena berzina[2],
bahkan ada yang murtad keluar
dari Islam[3].
Senin, 22 November 2010
Salah Kaprah Tentang Niat
Melafazhkan niat sudah trend di
Indonesia, baik di kalangan
awam maupun kaum santri
terpelajar. Seakan perkara ini
menjadi suatu kewajiban bagi
mereka dan aib jika mereka
tidak melafazhkan niat ketika
ingin melaksanakan sholat,
wudhu, dan berbagai macam
ibadah lainnya. Bahkan ada
sebagian di antara mereka
menganggap sholatnya batal jika
tidak melafazhkan niat. Tragisnya
lagi, jika mereka memutuskan tali
persaudaraan lantaran
saudaranya yang lain tidak
melafazhkan niat. Padahal
mereka diperintahkan
Sabtu, 06 November 2010
Hukum Mencium Mushaf(Al Quran)
Asy Syaikh Muhammad
Nashiruddin Al-Albani
Beliau berkata: Perkara ini -
menurut keyakinan kami- adalah
masuk ke dalam keumuman
hadits "Jauhilah oleh kalian
perkara-perkara baru karena
setiap perkara baru adalah
bid’ah dan setiap kebid’ahan
adalah sesat", dalam hadits lain
"Setiap kesesatan dalam
Neraka".
Banyak kalangan punya
pendirian tertentu dalam
menyikapi hal ini, mereka
mengatakan, "Ada apa dengan
mencium mushaf? Bukankah ini
hanya untuk menampakkan
sikap membesarkan dan
mengagungkan Al
Sesaji-Sesajian-Sesajen:Adakah Dalam Islam?
Abu Abdillah Ahmad
Sesajen berarti sajian atau
hidangan. Sesajen memiliki nilai
sakral di sebagaian besar
masyarakat kita pada umumnya.
Acara sakral ini dilakukan untuk
ngalap berkah (mencari berkah)
di tempat-tempat tertentu yang
diyakini keramat atau di berikan
kepada benda-benda yang
diyakini memiliki kekuatan ghaib,
semacam keris, trisula dan
sebagainya untuk tujuan yang
bersifat duniawi.
Sedangkan waktu penyajiannya
di tentukan pada hari-hari
tertentu. Seperti malam jum’at
kliwon, selasa
Jumat, 05 November 2010
Syirik Mahabbah
Ditanamkannya sifat mahabbah
(cinta) pada jiwa setiap manusia
di muka bumi ini merupakan
faktor penggerak jiwa dan
raganya untuk condong kepada
sesuatu yang dia cintai. Tidaklah
aneh, bila dia akan mencintai
apa yang ia suka, dan membenci
apa yang ia tak suka, senantiasa
berusaha mencocoki siapa yang
dicintai, dengan mentaati apa
yang diperintah dan menjauhi
apa yang dilarang.
Memang, sedemikian besar
pengaruh mahabbah pada jiwa
setiap manusia. Yang tentunya
setiap dari mereka terutama
seorang
Tawasul dan Wasilah
Merupakan sunnatullah setiap
tujuan akan terwujud dengan ijin
Allah setelah ditunaikannya
sebab atau perantara yang biasa
disebut wasilah. Baik wasilah
yang memang Allah ciptakan
secara tabiat dan fitrah yang
dinamakan wasilah kauniyah,
maupun wasilah yang Allah
syariatkan di dalam Al Qur ’an
maupun As Sunnah yang disebut
wasilah syar ’iyah. Hanya saja
wasilah kauniyah sangat mungkin
diwujudkan seorang mu ’min
ataupun kafir, seperti makan
untuk kenyang, pakaian untuk
menjaga diri dari rasa dingin
Wanita Penghuni Surga dan Ciri-Cirinya
Setiap insan tentunya
mendambakan kenikmatan yang
paling tinggi dan abadi.
Kenikmatan itu adalah Surga. Di
dalamnya terdapat bejana-
bejana dari emas dan perak,
istana yang megah dengan
dihiasi beragam permata, dan
berbagai macam kenikmatan
lainnya yang tidak pernah
terlihat oleh mata, terdengar
oleh telinga, dan terbetik di hati.
Kenikmatan-kenikmatan di Al-
Jannah (Surga)
Dalam Al Qur’an banyak sekali
ayat-ayat yang menggambarkan
kenikmatan-kenikmatan Surga.
Diantaranya Allah Subhanallahu
wa