Banner 468 X 60

Minggu, 22 Agustus 2010

Kisah Orang Yang Mengejek Sunnah

Penulis: Abul Abbas Khadhir
Al-Limbory

Asy-Syaikh Muhammad bin
Abdul Wahhab Al-Wushobiy -
hafidzahullah- berkata: “Telah
disebutkan oleh Ibnu Katsir –
rahimahullah- didalam Al-
Bidayah wan Nihayah tentang
kejadian-kejadian pada tahun
665, beliau –rahimahullah-
berkata Asy-Syaikh Qathbuddin
Al-Yunani berkata: “Telah sampai
kepada kami bahwasanya
seorang laki-laki yang dipanggil
dengan Abu Salamah dari
daerah Bushra, dia suka
bercanda dan berbicara tanpa
dipikirkan terlebih dahulu.
Disebutkan disisinya tentang
siwak dan keutamaannya, maka
dia berkata: “Demi Allah, aku
tidak akan bersiwak kecuali di
dubur, kemudian dia mengambil
sebatang siwak dan
memasukkannya keduburnya
kemudian dikeluarkan kembali. ”
Berkata Qathbuddin Al-Yunani:
“ Setelah melakukan perbuatan
tersebut, ia tinggal selama
sembilan bulan dalam keadaan
mengeluh sakit perut dan dubur.
Berkata Qathbuddin Al-Yunani:
“ Lalu ia melahirkan anak seperti
tikus yang pendek dan besar,
memiliki empat kaki, kepalanya
seperti kepala ikan, memiliki
empat taring yang menonjol,
panjang ekornya satu jengkal
empat jari dan duburnya seperti
dubur kelinci. Ketika lelaki itu
melahirkannya, hewan tersebut
menjerit tiga kali, maka
bangkitlah putrinya laki-laki tadi
dan memecahkan kepalanya
sehingga matilah hewan
tersebut. Laki-laki itu hidup
setelah melahirkan selama dua
hari, dan meninggal pada hari
yang ketiga. Dan ia sebelum
meninggal berkata “Hewan itu
telah membunuhku dan
merobek-robek ususku. ”
Sungguh kejadian tersebut telah
disaksikan oleh sekelompok
penduduk daerah tersebut dan
para khotib tempat tersebut.
diantara mereka ada yang
menyaksikan hewan itu ketika
masih hidup dan ada pula yang
menyaksikan ketika hewan itu
sudah mati. ” (Al-Qaulul Mufiid fii
Adillatit Tauhiid, hal. 106-107)

Kisah tersebut sangatlah pantas
dan cocok untuk kita ambil
pelajaran, dengan kisah itu
mengingatkan kita untuk tidak
bermudah-mudahan berucap
apalagi kalau sampai mengejek
As-Sunnah, sungguh jauh-jauh
hari sebelumnya Rasulullah
صلى الله عليه وسلم telah
bersabda:
“Wahai manusia, berhati-
hatilah terhadap ucapan
kalian, jangan sampai kalian
dijerumuskan oleh
syaithan. ” (HR. An-Nasai
dalam ‘Amalul Yaum wal
Lailah, dikatakan dalam Ash-
Shahihul Musnad fi Asy-
Syamail Muhammadiyah no.
786; hadits Shahih menurut
syarah Muslim).

Semoga dengan kisah tersebut
menjadi sebab bagi kita untuk
mudah dalam menerima dan
melaksakan As-Sunnah dan
menjauhkan kita dari sifat
meremehkan dan menentang
As-Sunnah. Sungguh Allah
–‘ Azza wa Jalla- telah
memberikan peringatan untuk
kita sebagaimana firmannya:

فَليَحذَرِ الَّذينَ
يُخالِفونَ عَن أَمرِهِ أَن
تُصيبَهُم فِتنَةٌ أَو
يُصيبَهُم عَذابٌ أَليمٌ ﴿٦٣

“…..maka hendaklah orang-
orang yang menyelisihi ajaran
Rasul takut ditimpa fitnah
atau ditimpa azab yang
pedih. ” (An-Nuur: 63).
Akhirnya, semoga Allah
menjadikan tulisan ini
bermanfaat bagi kami dan
segenap kaum muslimin.
Washallallahu ‘ala Muhammad
wa Aalihi Washahbihi wasallam
walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.


Sumber:
http://kaahil.wordpress.com/

rumahbelajarku.wordpress.com/2010/08/20/%20kisah-orang-yang-mengejek-%20sunnah/

0 komentar:

Posting Komentar