Banner 468 X 60

Kamis, 26 Agustus 2010

Bolehkah Pekerja Muslim Membangun Tempat Ibadah Orang-Orang Kafir

Berpartisipasi dalam
pembangunan gedung ibadah
selain ummat Islam adalah
haram. Karena hal tersebut
termasuk perbuatan tolong-
menolong dalam kebatilan
terbesar, yaitu kesyirikan dan
kekafiran kepada Allah Ta’ala.
Berikut fatwa ulama tentang
masalah ini:

س: المسلم الذي وظيفته
بناء، هل يجوز له أن يبني
كنيسة للكفار؟
ج: لا يحل لمسلم يؤمن بالله
واليوم الآخر أن يبني كنيسة
أو محلا للعبادة ليس مؤسسا
على الإسلام الذي بعث الله
به محمدا؛ لأن ذلك من أعظم
الإعانة على الكفر، وإظهار
شعائره، والله عز وجل يقول:
} وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ
وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا
عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ
شَدِيدُ الْعِقَابِ { سورة
المائدة الآية 2

Pertanyaan: Seorang muslim
yang profesinya sebagai tukang
bangunan, apakah boleh dia
membangun gereja untuk
(tempat ibadah) orang-orang
kafir?

Jawab: Tidak halal bagi seorang
muslim yang beriman kepada
Allah dan hari akhir untuk
membangun gereja atau tempat
ibadah yang tidak berlandaskan
Islam, agama yang dengannya
Allah Ta’ala mengutus
Muhammad shallallahu’alaihi wa
sallam. Karena hal tersebut
termasuk sebesar-besarnya
bentuk pertolongan kepada
orang-orang kafir dan
menampakkan syiar-syiar
mereka. Sedang Allah Ta’ala
berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ
وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا
عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ
شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebaikan
dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa
dan pelanggaran. Dan
bertakwalah kamu kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat berat
siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2)
(Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-
Daimah, 14/482, no. 19893)
Sebelumnya, Al-Imam Asy-
Syafi’i rahimahullah juga telah
berbicara tentang masalah
tolong-menolong dalam
membangun atau
memakmurkan gereja, beliau
berkata:

وَلَوْ أَوْصَى بِثُلُثِ مَالِهِ
أو بِشَيْءٍ منه يَبْنِي بِهِ
كَنِيسَةً لِصَلَاةِ النصراني
) ) ) النصارى ( ( ( أو
يَسْتَأْجِرُ بِهِ خَدَمًا
لِلْكَنِيسَةِ أو يَعْمُرُ بِهِ
الْكَنِيسَةَ أو
يَسْتَصْبِحُ بِهِ فيها أو
يَشْتَرِي بِهِ أَرْضًا
فَتَكُونُ صَدَقَةً على
الْكَنِيسَةِ وَتَعْمُرُ بها أو
ما في هذا الْمَعْنَى كانت
الْوَصِيَّةُ بَاطِلَةً

“Andaikan seorang mewasiatkan
sepertiga hartanya atau sedikit
dari hartanya untuk digunakan
membangun gereja sebagai
tempat ibadah orang-orang
nasrani, atau hartanya itu
digunakan untuk menyewa
pelayan gereja, atau
memakmurkannya, atau
digunakan untuk penerangan
ruangannya, atau untuk
dibelikan tanah sebagai wakaf
bagi gereja dan
mengembangkannya, atau yang
semakna dengan ini semua,
maka wasiat tersebut batil.”
Beliau rahimahullah juga
berkata:

وَأَكْرَهُ لِلْمُسْلِمِ أَنْ
يَعْمَلَ بِنَاءً أو نِجَارَةً أو
غَيْرَهُ في كَنَائِسِهِمْ
التي لِصَلَوَاتِهِمْ

“Dan aku benci apabila seorang
muslim bekerja sebagai
pembangun gereja, atau tukang
kayunya, atau pekerjaan selain
itu di gereja-gereja tempat
ibadah mereka (orang-orang
kafir).” (Lihat Al-Umm, 4/213)
.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
rahimahullah berkata:

وأما مذهب أحمد في الإجارة لعمل
ناووس ونحوه فقال الآمدي لا
يجوز

“Adapun madzhab Al-Imam
Ahmad dalam masalah ijarah
(sewa jasa) untuk bekerja
(membangun) nawus (tempat
ibadah majusi) dan sejenisnya,
maka berkata Al-Amidi,
“Pekerjaan itu tidak
boleh”.” (Lihat Iqtidho’ Shirotil
Mustaqim, 1/244)
Wallahu A’lam.


Sumber:www.nasihatonline.wordpress.com/2010/07/14/bolehkah-pekerja-muslim-membangun-tempat-ibadah-orang-orang-kafir/

0 komentar:

Posting Komentar