Banner 468 X 60

Kamis, 19 Agustus 2010

Adab-Adab Di Hari Jumat

Dari Abu Said Al-Khudri
radhiallahu anhuma dari Nabi
shallallahu alaihi wasallam
bahwa beliau bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ
لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ
مِنْ النُّورِ مَا بَيْنَ
الجُمْعَتَيْنِ

“Barangsiapa yang membaca
surat Al-Kahfi pada malam jumat
maka dia akan diterangi oleh
cahaya antara jumat itu hingga
jumat depannya.” (HR. Al-Hakim
dan Al-Baihaqi dalam Syuabul
Iman, serta dinyatakan shahih
oleh Al-Albani dalam Shahih Al-
Jami’ no. 6470)
Dari Abdullah bin Busr
radhiallahu anhu dia berkata:

أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ
يَخْطُبُ النَّاسَ يَوْمَ
الْجُمُعَةِ فَقَالَ اجْلِسْ
فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ

“Ada seorang laki-laki
mendatangi Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam yang sedang
berkhutbah di hadapan manusia
pada hari jumat. Maka beliau
bersabda kepadanya,
“Duduklah. Sungguh, kamu
telah mengganggu dan membuat
orang lain terlambat.” (HR.
Ahmad no. 17014 dan
dinyatakan shahih oleh Al-Albani
dalam Shahih Al-Jami’ no. 155)
Dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu dia berkata: Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ
الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ
يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika kamu berkata kepada
temanmu pada hari jumat,
“Diamlah,” sementara imam
sedang memberikan khutbah,
maka sungguh kamu sudah
berbuat sia-sia.” (HR. Al-Bukhari
no. 414 dan Muslim no. 851)
Dari Aus bin Aus radhiallahu
anhu dia berkata: Nabi
shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ
يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا
عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ
فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ
مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ قَالَ
فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ
وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا
عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ قَالَ
إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ
وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى
الْأَرْضِ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ

“Sesungguhnya hari jumat
adalah di antara hari-hari kalian
yang terbaik, karenanya
perbanyaklah shalawat
kepadaku pada hari itu. Karena
sesungguhnya shalawat kalian
disampaikan kepadaku.” Para
sahabat bertanya, “Wahai
Rasulullah, bagaimana shalawat
kami disampaikan kepadamu,
sementara engkau telah
meninggal?” Beliau bersabda,
“Sesungguhnya Allah Tabaraka
wa Ta’ala telah mengharamkan
atas bumi untuk menghancurkan
jasad para nabi shallallahu
‘alaihim.” (HR. Abu Daud no.
1047 dan dinyatakan shahih oleh
Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’
no. 2212)
Penjelasan ringkas:
Di antara adab-adab pada hari
jumat yang dianjurkan oleh Nabi
shallallahu alaihi wasallam untuk
dilakukan -karena besarnya
pahala yang ada di dalamnya-
adalah disunnahkan untuk
membaca surah Al-Kahfi di
malam jumat serta
memperbanyak shalawat kepada
Nabi shallallahu alaihi wasallam
pada malam dan siang hari
jumat. Dan beliau juga melarang
untuk melakukan semua amalan
yang bisa mengganggu manusia
mendengarkan khutbah, semisal
datang terlambat lalu
melangkahi leher-leher mereka
dan juga berbicara, walaupun
tujuan pembicaraannya adalah
untuk amar ma’ruf nahi
mungkar.
Dan di antara dalil yang
menunjukkan keutamaan
bershalat kepada beliau pada
hari jumat adalah hadits Anas
bin Malik radhiallahu anhu
secara marfu’:

أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَيَّ
يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَليلَةَ
الْجُمُعَةِ, فَمَنْ صَلَّى
عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ عَشَرًا .

“Perbanyaklah shalawat
kepadaku pada hari dan malam
Jumat, karena barangsiapa yang
bershalawat kepadaku sekali
maka Allah akan bershalawat
kepadanya 10 kali.” (HR. Al-
Baihaqi (3/249) dan dinyatakan
shahih oleh Al-Albani dalam
Ash-Shahihah no. 1407)


www.al-atsariyyah.com/?p=2113#more-2113

0 komentar:

Posting Komentar